Doa Yang Terbentang di Atas Langit

 



Sebuah Kata Yang Terbentang Di Atas Langit Seibarat Doa

Bersahabat dengan buku menjadi kenangan untuk putra putri keturunanku dan generesi jauh kedepan. 

Kiriman Narasi sahabat sekaligus guruku dari padepokan sukolangit Banten :

Hanif rupanya akan bercerita terus bawa cinta adalah refleksi dari pengenalan hamba-hamba kepada Sang Pencipta. Dlm epispde2 lalu Hanif kuat sekali mengingatkan bawa cinta dan kecintaan adalah bayangan dari kecintaanNya juga. Dia agak getir bercerita bahwa Cinta dan Takut adalah dua sisi dari satu mata uang logam. 

Namun menurut Hanif kecintaan manusia kepada Pencipta punya kadar yg unik. Semakin cinta

seorang hamba kepada Tuhannya, maka  manusia itu akan semakin takut. Sebaliknya juga, semakin takut seorang hamba kepada Tuhannya maka Dia juga akan semakin cinta. 

Dalam tahap berikutnya semangat cinta yang benar akan mengalahkan segala bentuk ketakutan dan kebencian. 

Hanif kreatif memang Koki dari sebuah hotel berbintang di ibukota. Tapi dia juga mengembangkan hobbinya sebagai penulis, cerpenis dan novelis. Cerita2nya tidak jauh dari kesehariannya di blantika perhotelan.

Saya tak terbayang 40 tahun silam bahwa Hanif yang mengikuti pelatihan pers yang kita adakan di Mesjid Petojo Jakarta, akan menggiring minat dan hobbinya hingga kini. Menulis dan menulis terus juga bersama Rphanya.

Pemuda asal Cianjur Utara ini agaknya dia manyadari bawa dirinya masuk sosok makhluk langka dalam zamannya.

Hanif, lewat tokoh fiktifnya Letnan Rose dengan Si Koki yang dicintainya, selalu mucul menggelitik kesadaran bawa cinta adalah pilar utama dari sukma manusia yang diperbincangkan dari masa kemasa. 

Disisipkan dalam romantisme insani dengan berbagai gaya klasik maupun populer dari berbagai penjuru bumi. 

Hanif menyilipkan Letnan Rose dengan gendre budaya rohani  yang menghindarkan dari perdebatan yang serius, tetapi memilih memaknai cinta, perjuangan dan kemanusiaan bukan untuk saling menyakiti tetapi untuk menuju tatanan dunia yang mendamaikan.

(Catatan A.A. Daeng Patunru, Padepokan Sukolangit, Cimanuk, Pandeglang, Banten 3-7-2025)

Komentar